arti nama real madrid

Arti Nama REAL pada Klub Sepakbola Spanyol

Real Madrid, Real Betis, Real Valladolid, dll. Terkadang kita bingung akan apakah arti dan darimana kata “real” dalam tim – tim sepak bola di spanyol berasal. Berikut akan saya jelaskan beberapa contoh atau definisi beserta contoh gambar yang membedakannya.
Lambang klub yang bernama depan real :
Contoh gambar diatas merupakan beberapa tim yang menggunakan real. Sekarang bedakan dengan lambang klub lain:
Lambang klub yang tidak ada nama real nya:
Perbedaan yang paling mencolok dari beberapa lambang klub diatas adalah asesoris diatas lambangnya. Yak tepat sekali.!. Pada tim dengan nama depan “real” menggunakan asesoris mahkota raja. Mahkota tersebut merupakan penghargaan raja spanyol kepada tim tersebut. Atau lebih tepatnya merupakan sebuah gelar yang disematkan oleh raja spanyol.

Khusus Real Madrid, nama aslinya Madrid Club de Fútbol. Oleh karena mendapat izin atau mendapat gelar menggunakan nama real, akhirnya namanya menjadi Real Madrid Futbol Club. Nama “real” tersebut disematkan oleh Raja Alfonso XIII.

Begitulah arti dan darimana nama real didapat.
Salah satu Ciri Khas dari sepak bola Spanyol adalah koneksi timnya dengan politik. Ketika Tim Barcelona dan Tim Athletic sukses mewakili nasionalitasnya terhadap daerah Catalonia sedangkan, Tim Madrid F.C menjadi symbol pemerintahan sentral. Sebagai konsekwensinya. Raja Spanyol, Alfonso XIII, memberikan Tim Madrid C.F. gelar “the Real” (Royal) di tahun 1920

Di tahun 1921, Raja Alfonso XIII mendukung Coup d’etat , pemberontakan, yang berakhir dengan melemahnya system demokrasi di Spanyol terhadap diktaktor militer yang menjadi ciri khas dari system sentralism dan penekanan terhadap kebudayaan lainnya, dalam hal ini kebudayaan Catolonia dan Basque ditandai sebagai musuh Pemerintah spanyol saat itu.

Sepak Bola adalah olahraga yang besar di spanyol dan kebesarannya inilah membuat sepak bola menjadi sarana politik di beberapa daerah penting di spanyol.

Ketika Tim Real Madrid menikmati dukungan Raja Diktaktor Spanyol, F.C. Barcelona ditekan oleh kekuatan militer karena mereka menegakan Simbol Negara Catalonia di stadium tuanya, Stadium of Les Corts. Akar akar inilah awal dari permusuhan terbesar di sejarah dunia persepakbolaan spanyol .

Fascist Itali dan Nazi German, didukung oleh Jendral Franco yang saat itu memegang peranan penting bagi pemerintahan spanyol.penyebaran ideology fascism ke negara Eropa lainnya merupakan sekutu penting dan berguna dimasa perang Eropa saat itu. Setelah perang selama 3 tahun,Kelompok Fascism menguasai Spanyol. Presiden Republik Barcelona, Josep Sunyo, telah di bunuh oleh tentara Fascist karena ide politiknya.

Negara Fascist yang baru memaksa Tim Catalonia mengganti nama tim mereka menjadi Barcelona F.C. Negara memaksak Barcelona F.c. memakai identitas spanyol di tim mereka. Negara menganggap Barcelona mengancam dan membayahakan institusi mereka dan negarapun ikut mengatur pencalonan president di tim sepak bola Barcelona yang biasanya dipilih secara demokrasi. Di waktu yang sama bendera tim Catalan harus dihilangkan dari lambang tim sepak bola Barcelona.

Banyak perubahan yang terjadi di Madrid saat itu. Seperti pada umumnya yang terjadi dalam pemerintahan diktaktor, olah raga adalah sarana propaganda yang baik untuk mempromosikan kekuasaan.

Tim Real Madrid menjadi lambang inti dari kekuasaan negara bagian Fascist, negara bagian yang paling berkuasa atas Catalonia dan Basque Country, dengan system pemerintahan sentralism. 40 Tahun pertama Sepak Bola di Spanyol di kuasai oleh Tim Barcelona dan Athelic, tetapi sekarang keadaannya berubah.

Di tahun 1943 ada berita yang menghebohkan sepakbola spanyol.Tim Barcelona yang terbukti kuat di era itu dan telah memenangkan pertandingan leg pertama Copa Spanyol di Les Cord dengan skor 3-0,mereka diharuskan mengalah dipertandingan Leg kedua.Para pemain Barcelona dan keluarga diancam akan dicelakai oleh polisi militer bila mereka tidak mengalah. Pertandingan kedua berakhir dengan hasil yang aneh 11-1 untuk kemenangan Real madrid. Negara Bagian Fascist tidak mentoleransikan pertandingan yang di dominasi oleh Tim Barcelona,Tim yang tidak pernah menyembunyikan identitas negara Cataloniannya.

Ketika Kedua tim, Barcelona dan Real Madrid, tumbuh dan memerlukan stadium besar, Tim real Madrid diberikan lahan di Santiago Bernabeu dan dapat membangun stadiumnya dalam waktu 3 tahun sedangkan Tim Barcelona project Camp Nou-nya di tunda selama 10 tahun. Hal yang sangat lah penting bagi Tim sepak bola karena pendapatan utama mereka dalam setiap dekade berasal dari penjualan tiket pertandingan sepak bola. Ketika Real Madrid bisa menikmati stadium yang besar, Tim Barcelona harus bermain di stadium tuanya, studum Les Cort.

Tim Barcelona mendominasi liga spanyol selama 10 tahun terakhir berkat usaha Ladislao Kubala dan juga Alfredo Di Stefano pemain yang mereka dapat dari Argentina. Di saat yang bersamaan, Tim Real Madrid mengklaim bahwa mereka telah menandatangi kontrak dengan Di Stefano. Isi surat perjanjian ini ditentang oleh FIFA yang tidak mempunyai kekuasaan waktu itu.

merasa respon mereka tidak didengar oleh Fifa,Pemerintah Spanyol ikut campur tangan dan mereka membuat keputusan yang aneh untuk memaksa Di Stefano bermain di Tim Madrid. Tim Barcelona melihat ini sebagai suatu ancaman dan perusakan harga diri, tetapi mereka harus melepaskan Di Stefano untuk bergabung ke Tim Real Madrid setelah lagi-lagi mendapatkan tekanan dari negara.

Tim Real Madrid adalah Tim sepakbola yang masih menganut ideology Fascist. Tim Barcelona, tanpa stadium besarnya selama bertahun tahun, telah di tekan oleh masalah ekonomi dan harus menjual pemain bintang mereka seperti Luis Suarez untuk menyelamatkan klub dari kehancuran.

Di Tahun 70-an, Tim Barcelona yang tidak pernah lagi memenangkan title Liga selama 14 tahun mengontrak pemain asal belanda Johan Cruyff, bintang besar saat itu. Tim Real Madrid mencoba ingin mengontrak , tetapi Johan Cruyff menolak untuk bergabung dan sebagai gerakan pemberontakan dia menerima kontrak dari Tim Barcelona. Tetapi sekali lagi pemerintah Spanyol turut campur dengan menolak ijin tinggal bagi pemain Belanda ini sehingga dia gagal bertanding di tahun 1973 sampai November 1974.

Di Tahun 1977, Konstitusi Spanyol mendukung kembalinya demokrasi. dan ideology fascist harus dihancurkan! Spanish FA adalah salah satunya.hebatnya, Pada saat itu Tim Real Madrid masih bisa menikmati “bantuan” dari berbagai Pihak untuk beberapa tahun berikutnya.

Di masa pemerintahan Ramón Mendoza dan Lorenzo Sanz membawa dampak ekonomi yang jelek untuk Tim Real Madrid yang hampir bangkrut. Ketika Florentino Pérez memenangkan kursi kepresidenan tim Real madrid, dia setuju untuk bekerja sama dengan pemerintah konservative untuk menyelamatkan Real Madrid dari kehancuran.
Real betis
Real madrid
Real sociedad
Real Zaragoza
Valencia
Barcelona

el clasico

Duel yang bertajuk El CLasico berkhir dengan Skor 2-2 menjadi hasil pertandingan Barcelona vs Real Madrid di pekan ketujuh Liga Spanyol yang digelar pada Senin, 8 Oktober 2012. Dengan hasil El Clasico 2012 ini, Barcelona masih unggul 8 angka dari Real Madrid di La Liga. Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi masing-masing memboyong dua gol mereka. Hasil imbang dalam laga El Clasico ini membuat peluang Los Blancos masih ada harapan untuk mempertahankan gelar La Liga, meski itu sedikit berat.

Dalam pertandingan El Clasico, Pelatih Tito Vilanova memainkan skuad yang cukup mengejutkan. Bukan Alex Song yang dipilihnya sebagai bek tengah, justru memainkan duet bek tengah, Javier Mascherano dan Adriano. Sebaliknya, Jose Mourinho seperti biasa akan menggunakan para gelandangnya untuk membantu lini belakang tim dalam laga Barcelona vs Madrid. Mudah kita temuim kala Barca menerobos masuk ke 30 meter pertahanan Madrid, sudah ada tujuh hingga delapan pemain di sana untuk melindungi Iker Casillas.

Cristiano Ronaldo pernah kesulitan menembus gawang Barcelona. Namun, sekali si nomor 7 melakukannya, ia akan mengulangnya, lagi dan lagi. Hal inilah yang terjadi di menit 23. Karim Benzema melihat Cristiano Ronaldo yang kosong di sisi kanan lini belakang Barcelona. Tanpa ampun CR7 melepaskan tembakanke sudut dekat yang tak bisa dibendung oleh Victor Valdes. Gol ketujuh Ronaldo di La Liga musim ini.
Cristiano ronaldo 7

Dua menit setelah unggul. Madrid nyaris menggandakan kedudukan. Namun sayang, meski berdiri bebas di depan gawang Valdes, sontekan Karim Benzema masih mengenai mistar gawang.

Barcelona membutuhkan waktu setengah jam untuk mencetak gol; Barcelona sukses mendapat gol penyeimbang. Memanfaatkan kesalahan Pepe yang mencoba menghalau bola udara, Messi mampu menyelinap di antara Pepe dan Xavi Hernandez untuk melepaskan tembakan dari jarak dekat yang gagal diselamatkan Iker Casillas.
Lionel Messi

Skor imbang 1-1 bertahan hingga babak pertama seleai.

Babak kedua dimulai dengan ancaman demi ancaman Real Madrid dari counter attack mereka. Barcelona yang lebih unggul dalam penguasaan bola akhirnya membalikkan keadaan lewat Lionel Messi di menit 61. Lagi-lagi, bintang Barcelona, Messi mencatatkan namanya di papan skor. Dari sebuah tendangan bebas, Messi melepaskan tembakan melengkung yang merobek jala Casillas.
Lionel Messi

Tersentak gol Messi, Ronaldo ternyata tak mau kalah. Lima menit berselang, pemain Portugal itu membalas aksi Messi. Menerima Umpan terobosan Ozil menuju Cristiano Ronaldo dan giliran Si Nomor 7 yang unjuk gigi. Tembakannya langsung membunuh gerak Victor Valdes di menit 66. Ronaldo dengan dingin menaklukkan Victor Valdes untuk membuat skor kembali imbang 2-2.
Real Madrid Gol Ronaldo

Menjelang akhir pertandingan, Pertandingan semakin berjalan menarik. Barcelona ingin menyempurnakan kemenangan di pentas Liga BBVA sekaligus memperlebar jarak dengan Madrid. “El Real” juga tak tinggal diam dan terus mencari gol kemenangan demi menjaga asa bersaing di Liga BBVA. Barca masih mendapatkan dua peluang lagi dari Pedro Rodriguez. Namun, skor akhir tetap 2-2 untuk kedua tim.

Barcelona masih berada di puncak klasemen sementara Liga Spanyol lewat hasil ini, sementara Real Madrid sedikit menarik napas lega karena jarak delapan angka bisa dipertahankan. Masih ada 31 pertandingan lagi, dan segalanya masih bisa terjadi di La Liga.

SUSUNAN PEMAIN :
Barcelona (4-3-3): 1-Valdés; 2-Dani Alves (19-Montoya ’27), 21-Adriano Correia, 14-J. Mascherano, 18-Jordi Alba; 16-Busquets, 8-Iniesta, 6 -Xavi; 4-Fàbregas (9-Alexis Sanchez ’64), 10-L. Messi, 17-Pedro
Pelatih: Tito Vilanova

Real Madrid (4-2-3-1): 1-Casillas; 17-Arbeloa, 4-Sergio Ramos, 3-Pepe, 12-Marcelo; 14-Xabi Alonso, 6-S. Khedira; 10-M. Özil (8-Kaka ’80), 22-A. di María (15-Essien ’87), 7-Cristiano Ronaldo; 9-K. Benzema (20-Higuain ’62)
Pelatih: José Mourinho

http://wscdn.bbc.co.uk/worldservice/assets/images/2012/11/26/121126143535_jose_mourinho_304x171_getty.jpgJose Mourinho tegaskan tak ada masalah dengan presiden Real Madrid
Terbaru 26 November 2012 – 21:44 WIB

Facebook
Twitter
Kirim kepada teman
Print page

Jose Mourinho

Jose Mourinho menilai jadwal pertandingan Real Madrid terlalu padat.

Manajer Real Madrid, Jose Mourinho, menegaskan bahwa hubungannya dengan presiden klub, Florentino Perez, sangat baik setelah Real ditundukkan 1-0 oleh Real Betis.

“Hubungan saya dengan presiden sangat baik. Sangat baik,” kata Mourinho di Madrid, hari Senin (26/11).
Berita terkait

Mourinho tidak mau disebut ‘special one’
Mourinho masih ingin berkarier di Inggris
Mourinho mengakui kesalahannya terhadap Vilanova

Link terkait
Topik terkait

Sepakbola

“Hubungan saya dengan para pejabat klub lain, seperti direktur pelaksana Jose Angel Sanchez juga sangat baik,” tambah pelatih asal Portugal ini.

Ia menambahkan tidak ada masalah sama sekali antara dirinya dengan dewan direksi Real.

Sejumlah media di Spanyol berspekulasi bahwa hubungan Mourinho dengan Perez tegang ketika Real makin tertinggal dari Barcelona di klasemen sementara La Liga.

Kekalahan 1-0 di pertandingan tandang membuat tim asuhan Mourinho saat ini tertinggal 11 poin dari Barcelona.
Jadwal padat

Dalam keterangan kepada para wartawan ini, Mourino menolak membahas kekalahan timnya dari Real Betis.

Ia hanya mengatakan bahwa ia keberatan dengan keputusan wasit dan padatnya jadwal pertandingan Real Madrid yang ia anggap tidak adil.

Namun Mourinho mengatakan ia tidak ingin meminta dukungan klub atas sikap tersebut.

“Yang paling berkuasa adalah klub. Tergantung mereka apakah mendukung keberatan saya atau tidak,” kata Mourinho.

Real Madrid akan kembali turun ke lapangan pada Selasa malam dengan menghadapi Alcoyano di turnamen Piala Raja.

“Saya tidak ingin berbicara tentang kekalahan dari Real Betis. Mari kita bicara Piala Raja,” ujar mantan pelatih Chelsea ini.

“Nanti pada akhir musim, ketika sudah jelas hasil dan prestasi yang diraih Real, kami akan duduk dan secara jernih membahas situasi Real Madrid,” tandasnya.

Metrotvnews.com: Stasiun radio Prancis RMC baru-baru ini melaporkan bahwa mereka telah melihat pesan singkat dari Cristiano Ronaldo kepada seorang jurnalis Spanyol yang menyatakan bahwa ia lebih suka hijrah ke Paris daripada tinggal di Madrid.

Seperti yang diketahui, drama kekecewaan Ronaldo di musim ini telah menarik banyak perhatian, terutama saat sang megabintang tidak merayakan gol dalam beberapa kesempatan. Lebih jauh, ia juga tampak frustrasi karena klubnya kini tertinggal 11 angka dari Barcelona di Primera Liga Spanyol.

Sebelumnya, mantan pemain Manchester United itu sempat berkata kepada para wartawan bahwa pertanda sedih yang ia tunjukkan sudah diketahui oleh pihak klub.

Di musim panas lalu, PSG sendiri telah menghabiskan begitu banyak dana untuk membeli pemain berkelas. Tengoklah pada Zlatan Ibrahimovic dan Ezequiel Lavezzi yang sukses dibeli klub asal Paris itu sejak mereka diambil alih oleh keluarga kerajaan Qatar pada 2011.

Dalam waktu sekejap, PSG juga lolos ke Liga Champions untuk kali pertama dalam delapan tahun terakhir.

Kini, mereka pun dikabarkan siap membidik Ronaldo yang dinilai sebagai bagian teka-teki masa depan PSG. Lebih jauh, klub asal ibukota Prancis itu juga siap membayar sang megabintang dengan layak dan menawari dia kompetisi Liga Champions.

Mengacu berita seperti yang dirilis Fox Sports, PSG bersedia membeli pria Portugal itu di kisaran $150 juta, sekaligus menjadikannya pemain termahal dunia dengan memecahkan rekor transfernya sendiri.(goal.com/DNI)

jadwal pertandingan la liga musim 2012 2013

Liga Spanyol
Jadwal Pertandingan La Liga Spanyol 2012/2013 – Akhir musim 2011/2012 lalu, publik La Liga Spanyol dikejutkan dengan terdegradasinya klub sekelas Villareal ke divisi Segunda. Adakah kejutan lagi di musim 2012/2013 nanti? Hmmh, pertanyaan yang hanya bisa dijawab saat musim 2013 berakhir.

Nah, bagi para penggemar Liga Spanyol berikut ini jadwal pertandingan La Liga lengkap untuk musim 2012/2013.

Minggu, 19 Agustus 2012 ( Macthday 1 )

Athletic Bilbao vs Real Betis
Barcelona vs Real Sociedad
Celta de Vigo vs Malaga
Deportivo La Coruna vs Osasuna
Levante vs Atletico Madrid
Mallorca vs Espanyol
Rayo Vallecano vs Granada
Real Madrid vs Valencia
Real Zaragoza vs Valladolid
Sevilla vs Getafe

Minggu, 26 Agustus 2012 ( Matchday 2 )

Atletico Madrid vs Athletic Bilbao
Espanyol vs Real Zaragoza
Getafe vs Real Madrid
Granada vs Sevilla
Malaga vs Mallorca
Osasuna vs Barcelona
Real Betis vs Rayo Vallecano
Real Sociedad vs Celta de Vigo
Valencia vs Deportivo La Coruna
Valladolid vs Levante

Minggu, 2 September 2012 ( Macthday 3 )

Athletic Bilbao vs Valladolid
Barcelona vs Valencia
Celta de Vigo vs Osasuna
Deportivo La Coruna vs Getafe
Levante vs Espanyol
Mallorca vs Real Sociedad
Rayo Vallecano vs Sevilla
Real Betis vs Atletico Madrid
Real Madrid vs Granada
Real Zaragoza vs Malaga

Minggu, 16 September 2012 ( Matchday 4 )

Atletico Madrid vs Rayo Vallecano
Espanyol vs Athletic Bilbao
Getafe vs Barcelona
Granada vs Deportivo La Coruna
Malaga vs Levante
Osasuna vs Mallorca
Real Sociedad vs Real Zaragoza
Sevilla vs Real Madrid
Valencia vs Celta de Vigo
Valladolid vs Real Betis

Minggu, 23 September 2012 ( Macthday 5 )

Athletic Bilbao vs Malaga
Atletico Madrid vs Valladolid
Barcelona vs Granada
Celta de Vigo vs Getafe
Deportivo La Coruna vs Sevilla
Levante vs Real Sociedad
Mallorca vs Valencia
Rayo Vallecano vs Real Madrid
Real Betis vs Espanyol
Real Zaragoza vs Osasuna

Minggu, 30 September 2012 ( Macthday 6 )

Espanyol vs Atletico Madrid
Getafe vs Mallorca
Granada vs Celta de Vigo
Malaga vs Real Betis
Osasuna vs Levante
Real Madrid vs Deportivo La Coruna
Real Sociedad vs Athletic Bilbao
Sevilla vs Barcelona
Valencia vs Real Zaragoza
Valladolid vs Rayo Vallecano

Minggu, 7 Oktober 2012 ( Matchday 7 )

Athletic Bilbao vs Osasuna
Atletico Madrid vs Malaga
Barcelona vs Real Madrid
Celta de Vigo vs Sevilla
Levante vs Valencia
Mallorca vs Granada
Rayo Vallecano vs Deportivo La Coruna
Real Betis vs Real Sociedad
Real Zaragoza vs Getafe
Valladolid vs Espanyol

Minggu, 21 Oktober 2012 ( Macthday 7 )

Deportivo La Coruna vs Barcelona
Espanyol vs Rayo Vallecano
Getafe vs Levante
Granada vs Real Zaragoza
Malaga vs Valladolid
Osasuna vs Real Betis
Real Madrid vs Celta de Vigo
Real Sociedad vs Atletico Madrid
Sevilla vs Mallorca
Valencia vs Athletic Bilbao

Minggu, 28 Oktober 2012 ( Matchday 8 )

Athletic Bilbao vs Getafe
Atletico Madrid vs Osasuna
Celta de Vigo vs Deportivo La Coruna
Espanyol vs Malaga
Levante vs Granada
Mallorca vs Real Madrid
Rayo Vallecano vs Barcelona
Real Betis vs Valencia
Real Zaragoza vs Sevilla
Valladolid vs Real Sociedad

Minggu, 4 November 2012 ( Matchday 9 )

Barcelona vs Celta de Vigo
Deportivo La Coruna vs Mallorca
Getafe vs Real Betis
Granada vs Athletic Bilbao
Malaga vs Rayo Vallecano
Osasuna vs Valladolid
Real Madrid vs Real Zaragoza
Real Sociedad vs Espanyol
Sevilla vs Levante
Valencia vs Atletico Madrid

Minggu, 11 November 2012 ( Macthday 10 )

Athletic Bilbao vs Sevilla
Atletico Madrid vs Getafe
Espanyol vs Osasuna
Levante vs Real Madrid
Malaga vs Real Sociedad
Mallorca vs Barcelona
Rayo Vallecano vs Celta de Vigo
Real Betis vs Granada
Real Zaragoza vs Deportivo La Coruna
Valladolid vs Valencia

Minggu, 18 November 2012 ( Macthday 11 )

Barcelona vs Real Zaragoza
Celta de Vigo vs Mallorca
Deportivo La Coruna vs Levante
Getafe vs Valladolid
Granada vs Atletico Madrid
Osasuna vs Malaga
Real Madrid vs Athletic Bilbao
Real Sociedad vs Rayo Vallecano
Sevilla vs Real Betis
Valencia vs Espanyol

Minggu, 25 November 2012 ( Matchday 12 )

Athletic Bilbao vs Deportivo La Coruna
Atletico Madrid vs Sevilla
Espanyol vs Getafe
Levante vs Barcelona
Malaga vs Valencia
Rayo Vallecano vs Mallorca
Real Betis vs Real Madrid
Real Sociedad vs Osasuna
Real Zaragoza vs Celta de Vigo
Valladolid vs Granada

Minggu, 2 Desember 2012 ( Matchday 13 )

Barcelona vs Athletic Bilbao
Celta de Vigo vs Levante
Deportivo La Coruna vs Real Betis
Getafe vs Malaga
Granada vs Espanyol
Mallorca vs Real Zaragoza
Osasuna vs Rayo Vallecano
Real Madrid vs Atletico Madrid
Sevilla vs Valladolid
Valencia vs Real Sociedad

Minggu, 9 Desember 2012 ( Matchday 14 )

Athletic Bilbao vs Celta de Vigo
Atletico Madrid vs Deportivo La Coruna
Espanyol vs Sevilla
Levante vs Mallorca
Malaga vs Granada
Osasuna vs Valencia
Rayo Vallecano vs Real Zaragoza
Real Betis vs Barcelona
Real Sociedad vs Getafe
Valladolid vs Real Madrid

Minggu, 16 Desember 2012 ( Matchday 15 )

Barcelona vs Atletico Madrid
Celta de Vigo vs Real Betis
Deportivo La Coruna vs Valladolid
Getafe vs Osasuna
Granada vs Real Sociedad
Mallorca vs Athletic Bilbao
Real Madrid vs Espanyol
Real Zaragoza vs Levante
Sevilla vs Malaga
Valencia vs Rayo Vallecano

Sabtu, 22 Desember 2012 ( Matchday 16 )

Athletic Bilbao vs Real Zaragoza
Atletico Madrid vs Celta de Vigo
Espanyol vs Deportivo La Coruna
Malaga vs Real Madrid
Osasuna vs Granada
Rayo Vallecano vs Levante
Real Betis vs Mallorca
Real Sociedad vs Sevilla
Valencia vs Getafe
Valladolid vs Barcelona

Minggu, 6 Januari 2013 ( Matchday 17 )

Barcelona vs Espanyol
Celta de Vigo vs Valladolid
Deportivo La Coruna vs Malaga
Granada vs Valencia
Levante vs Athletic Bilbao
Mallorca vs Atletico Madrid
Rayo Vallecano vs Getafe
Real Madrid vs Real Sociedad
Real Zaragoza vs Real Betis
Sevilla vs Osasuna

Minggu, 13 Januari 2013 ( Matchday 18 )

Athletic Bilbao vs Rayo Vallecano
Atletico Madrid vs Real Zaragoza
Espanyol vs Celta de Vigo
Getafe vs Granada
Malaga vs Barcelona
Osasuna vs Real Madrid
Real Betis vs Levante
Real Sociedad vs Deportivo La Coruna
Valencia vs Sevilla
Valladolid vs Mallorca

Minggu, 20 Januari 2013 ( Macthday 19 )

Atletico Madrid vs Levante
Espanyol vs Mallorca
Getafe vs Sevilla
Granada vs Rayo Vallecano
Malaga vs Celta de Vigo
Osasuna vs Deportivo La Coruna
Real Betis vs Athletic Bilbao
Real Sociedad vs Barcelona
Valencia vs Real Madrid
Valladolid vs Real Zaragoza

Minggu, 27 Januari 2013 ( Matchday 20 )

Athletic Bilbao vs Atletico Madrid
Barcelona vs Osasuna
Celta de Vigo vs Real Sociedad
Deportivo La Coruna vs Valencia
Levante vs Valladolid
Mallorca vs Malaga
Rayo Vallecano vs Real Betis
Real Madrid vs Getafe
Real Zaragoza vs Espanyol
Sevilla vs Granada

Minggu, 3 Februari 2013 ( Matchday 21 )

Atletico Madrid vs Real Betis
Espanyol vs Levante
Getafe vs Deportivo La Coruna
Granada vs Real Madrid
Malaga vs Real Zaragoza
Osasuna vs Celta de Vigo
Real Sociedad vs Mallorca
Sevilla vs Rayo Vallecano
Valencia vs Barcelona
Valladolid vs Athletic Bilbao

Minggu, 10 Februari 2013 ( Matchday 22 )

Athletic Bilbao vs Espanyol
Barcelona vs Getafe
Celta de Vigo vs Valencia
Deportivo La Coruna vs Granada
Levante vs Malaga
Mallorca vs Osasuna
Rayo Vallecano vs Atletico Madrid
Real Betis vs Valladolid
Real Madrid vs Sevilla
Real Zaragoza vs Real Sociedad

Minggu, 17 Februari 2013 ( Matchday 23 )

Espanyol vs Real Betis
Getafe vs Celta de Vigo
Granada vs Barcelona
Malaga vs Athletic Bilbao
Osasuna vs Real Zaragoza
Real Madrid vs Rayo Vallecano
Real Sociedad vs Levante
Sevilla vs Deportivo La Coruna
Valencia vs Mallorca
Valladolid vs Atletico Madrid

Minggu, 24 Februari 2013 ( Matchday 24 )

Athletic Bilbao vs Real Sociedad
Atletico Madrid vs Espanyol
Barcelona vs Sevilla
Celta de Vigo vs Granada
Deportivo La Coruna vs Real Madrid
Levante vs Osasuna
Mallorca vs Getafe
Rayo Vallecano vs Valladolid
Real Betis vs Malaga
Real Zaragoza vs Valencia

Minggu, 3 Maret 2013 ( Matchday 25 )

Deportivo La Coruna vs Rayo Vallecano
Espanyol vs Valladolid
Getafe vs Real Zaragoza
Granada vs Mallorca
Malaga vs Atletico Madrid
Osasuna vs Athletic Bilbao
Real Madrid vs Barcelona
Real Sociedad vs Real Betis
Sevilla vs Celta de Vigo
Valencia vs Levante

Minggu, 10 Maret 2013 ( Matchday 26 )

Athletic Bilbao vs Valencia
Atletico Madrid vs Real Sociedad
Barcelona vs Deportivo La Coruna
Celta de Vigo vs Real Madrid
Levante vs Getafe
Mallorca vs Sevilla
Rayo Vallecano vs Espanyol
Real Betis vs Osasuna
Real Zaragoza vs Granada
Valladolid vs Malaga

Minggu, 17 Maret 2013 ( Matchday 27 )

Barcelona vs Rayo Vallecano
Deportivo La Coruna vs Celta de Vigo
Getafe vs Athletic Bilbao
Granada vs Levante
Malaga vs Espanyol
Osasuna vs Atletico Madrid
Real Madrid vs Mallorca
Real Sociedad vs Valladolid
Sevilla vs Real Zaragoza
Valencia vs Real Betis

Minggu, 31 Maret 2013 ( Matchday 28 )

Athletic Bilbao vs Granada
Atletico Madrid vs Valencia
Celta de Vigo vs Barcelona
Espanyol vs Real Sociedad
Levante vs Sevilla
Mallorca vs Deportivo La Coruna
Rayo Vallecano vs Malaga
Real Betis vs Getafe
Real Zaragoza vs Real Madrid
Valladolid vs Osasuna

Minggu, 7 April 2013 ( Matchday 29 )

Barcelona vs Mallorca
Celta de Vigo vs Rayo Vallecano
Deportivo La Coruna vs Real Zaragoza
Getafe vs Atletico Madrid
Granada vs Real Betis
Osasuna vs Espanyol
Real Madrid vs Levante
Real Sociedad vs Malaga
Sevilla vs Athletic Bilbao
Valencia vs Valladolid

Minggu, 14 April 2013 ( Matchday 30 )

Athletic Bilbao vs Real Madrid
Atletico Madrid vs Granada
Espanyol vs Valencia
Levante vs Deportivo La Coruna
Malaga vs Osasuna
Mallorca vs Celta de Vigo
Rayo Vallecano vs Real Sociedad
Real Betis vs Sevilla
Real Zaragoza vs Barcelona
Valladolid vs Getafe

Minggu, 21 April 2013 ( Matchday 31 )

Barcelona vs Levante
Celta de Vigo vs Real Zaragoza
Deportivo La Coruna vs Athletic Bilbao
Getafe vs Espanyol
Granada vs Valladolid
Mallorca vs Rayo Vallecano
Osasuna vs Real Sociedad
Real Madrid vs Real Betis
Sevilla vs Atletico Madrid
Valencia vs Malaga

Minggu, 28 April 2013 ( Matchday 32 )

Athletic Bilbao vs Barcelona
Atletico Madrid vs Real Madrid
Espanyol vs Granada
Levante vs Celta de Vigo
Malaga vs Getafe
Rayo Vallecano vs Osasuna
Real Betis vs Deportivo La Coruna
Real Sociedad vs Valencia
Real Zaragoza vs Mallorca
Valladolid vs Sevilla

Minggu, 5 Mei 2013 ( Matchday 33 )

Barcelona vs Real Betis
Celta de Vigo vs Athletic Bilbao
Deportivo La Coruna vs Atletico Madrid
Getafe vs Real Sociedad
Granada vs Malaga
Mallorca vs Levante
Real Madrid vs Valladolid
Real Zaragoza vs Rayo Vallecano
Sevilla vs Espanyol
Valencia vs Osasuna

Minggu, 12 Mei 2013 ( Matchday 35 )

Athletic Bilbao vs Mallorca
Atletico Madrid vs Barcelona
Espanyol vs Real Madrid
Levante vs Real Zaragoza
Malaga vs Sevilla
Osasuna vs Getafe
Rayo Vallecano vs Valencia
Real Betis vs Celta de Vigo
Real Sociedad vs Granada
Valladolid vs Deportivo La Coruna

Minggu, 19 Mei 2013 ( Matchday 36 )

Barcelona vs Valladolid
Celta de Vigo vs Atletico Madrid
Deportivo La Coruna vs Espanyol
Getafe vs Valencia
Granada vs Osasuna
Levante vs Rayo Vallecano
Mallorca vs Real Betis
Real Madrid vs Malaga
Real Zaragoza vs Athletic Bilbao
Sevilla vs Real Sociedad

Rabu, 29 Mei 2013 ( Matchday 37 )

Athletic Bilbao vs Levante
Atletico Madrid vs Mallorca
Espanyol vs Barcelona
Getafe vs Rayo Vallecano
Malaga vs Deportivo La Coruna
Osasuna vs Sevilla
Real Betis vs Real Zaragoza
Real Sociedad vs Real Madrid
Valencia vs Granada
Valladolid vs Celta de Vigo

Sabtu, 1 Juni 2013 ( Matchday 38 )

Barcelona vs Malaga
Celta de Vigo vs Espanyol
Deportivo La Coruna vs Real Sociedad
Granada vs Getafe
Levante vs Real Betis
Mallorca vs Valladolid
Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao
Real Madrid vs Osasuna
Real Zaragoza vs Atletico Madrid
Sevilla vs Valencia

Siaran langsung Liga Spanyol bisa disaksikan di Trans TV dan Trans7 sebagai pemegang hak siar La Liga 2012/201

Sejarah real madrid

Sejarah
Awal mula (1902—1945)
Foto bersejarah Real Madrid pada musim 1905—1906.

Awal mula Real Madrid dimulai saat sepak bola diperkenalkan ke Madrid oleh para akademisi dan mahasiswa dari Institución libre de enseñanza yang di dalamnya termasuk beberapa lulusan dari Universitas Oxford dan Universitas Cambridge. Mereka mendirikan Football Club Sky pada 1897 yang kemudian kerap bermain sepak bola secara rutin pada hari Minggu pagi di Moncloa. Klub ini kemudian terpecah menjadi dua pada tahun 1900, yaitu: New Foot-Ball de Madrid dan Club Español de Madrid.[5] Klub terakhir terpecah lagi pada tahun 1902 yang kemudian menghasilkan pembentukan Madrid Football Club pada tanggal 6 Maret 1902.[1] Tiga tahun setelah berdirinya, pada tahun 1905, Madrid FC merebut gelar pertama setelah mengalahkan Athletic Bilbao pada final Copa del Rey. Klub ini menjadi salah satu anggota pendiri dari Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol pada 4 Januari 1909 ketika presiden klub Adolfo Meléndez menandatangani perjanjian dasar pendirian Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol. Dengan beberapa alasan, klub ini kemudian pindah ke Campo de O’Donnell pada tahun 1912.[6] Pada tahun 1920, nama klub diubah menjadi Real Madrid setelah Alfonso XIII dari Spanyol memperbolehkan klub menggunakan kata Real—yang berarti kerajaan—kepada klub ini.[7]

Pada tahun 1929, Liga Spanyol didirikan. Real Madrid memimpin musim pertama liga sampai pertandingan terakhir, namun saat itu secara mengejutkan mereka kalah oleh Athletic Bilbao yang menyebabkan gelar yang sudah hampir pasti diraih, direbut oleh Barcelona.[8] Real Madrid akhirnya berhasil memenangkan gelar La Liga pertama mereka pada musim 1931—32. Real kemudian berhasil mempertahankan gelarnya pada tahun selanjutnya dan sukses menjadi klub Spanyol pertama yang menjuarai La Liga dua kali berturut-turut.[9]
Era Santiago Bernabeu dan kesuksesan di Eropa (1945—1978)

Santiago Bernabéu Yeste terpilih menjadi presiden Real Madrid tahun 1943.[10][11] Di bawah kepemimpinannya, Real Madrid kemudian berhasil membangun Stadion Santiago Bernabéu dan tempat berlatih klub di Ciudad Deportiva yang sebelumnya sempat rusak akibat Perang Saudara Spanyol. Pada 1953, Bernabeu kemudian mulai membangun tim dengan cara mendatangkan pemain-pemain asing, salah satunya adalah Alfredo Di Stéfano.[12]

Pada tahun 1955, berdasar dari ide yang diusulkan oleh jurnalis olahraga Perancis dan editor dari L’Equipe, Gabriel Hanot, Bernabéu, Bedrignan, dan Gusztáv Sebes menciptakan sebuah turnamen sepak bola percobaan dengan mengundang klub-klub terbaik dari seluruh daratan Eropa. Turnamen ini kemudian menjadi dasar dari Liga Champions UEFA yang berlangsung saat ini.[13] Di bawah bimbingan Bernabéu, Real Madrid memantapkan dirinya sebagai kekuatan utama dalam sepak bola, baik di Spanyol maupun di Eropa. Real Madrid memenangkan Piala Eropa lima kali berturut-turut antara tahun 1956 dan 1960, di antaranya kemenangan 7–3 atas klub Jerman, Eintracht Frankfurt pada tahun 1960.[12] Setelah kelima berturut-turut sukses, Real secara permanen diberikan piala asli turnamen dan mendapatkan hak untuk memakai lencana kehormatan UEFA.[14] Real Madrid kemudian memenangkan Piala Eropa untuk keenam kalinya pada tahun 1966 setelah mengalahkan FK Partizan 2–1 pada pertandingan final dengan komposisi tim yang seluruhnya terdiri dari pemain berkebangsaan Spanyol, sekaligus menjadi pertama kalinya dalam sejarah pertandingan Eropa.[15] Tim ini kemudian dikenal lewat julukan “Ye-ye”. Nama “Ye-ye” berasal dari “Yeah, yeah, yeah” chorus dalam lagu The Beatles berjudul “She Loves You” setelah empat anggota tim berpose untuk harian Diario Marca mengenakan wig khas The Beatles. Generasi “Ye-ye” juga berhasil menjadi juara kedua Piala Champions pada tahun 1962 dan 1964.[15]

Pada 1970-an, Real Madrid memenangi kejuaraan liga sebanyak 5 kali disertai 3 kali juara Piala Spanyol.[16] Madrid kemudian bermain pada final Piala Winners UEFA pertamanya pada tahun 1971 dan kalah dengan skor 1–2 dari klub Inggris, Chelsea.[17] Pada tanggal 2 Juli 1978, presiden klub Santiago Bernabéu meninggal ketika Piala Dunia FIFA sedang berlangsung di Argentina. FIFA kemudian menetapkan tiga hari berkabung untuk menghormati dirinya selama turnamen berlangsung.[18] Tahun berikutnya, klub mengadakan Kejuaraan Trofi Santiago Bernabéu sebagai bentuk penghormatan pada mantan presidennya tersebut.
Naik turun, generasi Quinta del Buitre, dan Piala Eropa ketujuh (1980—2000)

Pada awal 1980-an, Real Madrid seperti kehilangan cengkeramannya di La Liga dan mereka membutuhkan waktu beberapa tahun untuk bisa kembali lagi menuju ke atas melalui bantuan beberapa bintang baru. Keberhasilan para bintang baru tersebut kemudian disebut oleh jurnalis olahraga Spanyol sebagai era generasi La Quinta del Buitre (“Lima Burung Nazar”), yang berasal dari nama el buitre (“burung nazar”), julukan yang diberikan kepada salah satu pemain Madrid saat itu, Emilio Butragueño. Anggota lainnya adalah Manuel Sanchís, Rafael Martín Vázquez, Miguel Pardeza, dan Míchel. Dengan La Quinta del Buitre (kemudian berkurang menjadi empat anggota ketika Miguel Pardeza meninggalkan klub dan pindah ke Real Zaragoza pada 1986) dan pemain terkenal seperti penjaga gawang Francisco Buyo, bek kanan Miguel Porlán Chendo, dan penyerang Meksiko Hugo Sanchez, Real Madrid berhasil bangkit dan memiliki kekuatan terbaik di daratan Spanyol dan Eropa pada paruh kedua tahun 1980-an. Hasilnya juga cukup signifikan: mereka berhasil memenangkan dua Piala UEFA, lima gelar Liga Spanyol berturut-turut, satu Piala Spanyol, dan tiga Piala Super Spanyol. Pada awal 1990-an, La Quinta del Buitre resmi berpisah setelah Rafael Martín Vázquez, Emilio Butragueno, dan Míchel meninggalkan klub.

Pada tahun 1996, Presiden Lorenzo Sanz menunjuk Fabio Capello sebagai pelatih. Meskipun masa jabatannya hanya berlangsung satu musim, Real Madrid berhasil menjadi juara La Liga lewat kontribusi Roberto Carlos, Predrag Mijatović, Davor Šuker, dan Clarence Seedorf yang membantu para pemain lokal seperti Raul Gonzalez, Fernando Hierro, Iván Zamorano, dan Fernando Redondo. Real Madrid kemudian menambah amunisi dengan kedatangan Fernando Morientes pada tahun 1997. Penantian mereka selama 32 tahun untuk bisa berjaya lagi di Eropa akhirnya berakhir pada tahun 1998 di bawah manajer Jupp Heynckes saat berhasil lolos ke Final Liga Champions UEFA dan mengalahkan Juventus dengan skor 1–0 berkat gol dari Predrag Mijatović.
Era saat ini (2000—sekarang)
Para pemain Real Madrid pada tahun 2007.

Beberapa bulan usai meraih gelar Eropa kedelapannya, Real Madrid memilih presiden yang baru pada Juli 2000 dan yang terpilih adalah pengusaha Spanyol, Florentino Pérez.[19] Dalam kampanyenya ia berjanji untuk menghapus utang klub dan memodernisasi fasilitas klub. Namun janji utamanya yang mendorong Pérez kepada kemenangan saat pemilihan adalah pembelian Luís Figo dari seteru abadi Madrid, yaitu Barcelona.[20] Tahun berikutnya, klub membangun kamp pelatihan yang baru dan menggunakan uang yang mereka dapat dari tahun sebelumnya untuk memulai perekrutan pemain bintang—yang oleh jurnalis Spanyol disebut sebagai “Los Galácticos”—dengan mengontrak pemain-pemain seperti Zinédine Zidane, Ronaldo, Luís Figo, Roberto Carlos, Raúl González, dan David Beckham. Sempat menjadi perdebatan ketika pemain-pemain yang dibeli oleh Perez gagal menunjang prestasi klub, namun berhasil tertutupi oleh gelar Liga Champions kesembilan Madrid pada tahun 2002 yang disusul gelar Piala Interkontinental pada tahun yang sama dan diakhiri gelar La Liga pada tahun 2003. Namun sejak 2003 sampai 2006, sekalipun diisi barisan pemain bintang, klub gagal meraih satupun piala.[21]

Ramón Calderón kemudian terpilih sebagai presiden klub pada 2 Juli 2006 dan kemudian ia mengangkat Fabio Capello sebagai pelatih baru dan Predrag Mijatović sebagai direktur sepak bola yang baru. Real Madrid memenangkan gelar La Liga pada tahun 2007 untuk pertama kalinya dalam empat tahun. Tetapi hanya beberapa saat usai memenangi gelar tersebut, Capello langsung dipecat.[22] Pada musim 2007—2008, Real Madrid memenangkan liga domestik ke-31 kalinya di bawah asuhan pelatih Jerman, Bernd Schuster.[23]

Pada tanggal 1 Juni 2009, Florentino Pérez kembali menjadi presiden Real Madrid dan bertahan sampai saat ini.[24][25] Pérez melanjutkan tradisinya mengontrak pemain bintang dengan membeli Kaká dari AC Milan[26] dan kemudian membeli Cristiano Ronaldo dari Manchester United yang memecahkan rekor transfer dengan harga 80 juta pound sterling. Di bawah asuhan pelatih kontroversial dari Portugal, Jose Mourinho, Real Madrid berhasil memenangi gelar La Liga untuk ke-32 kalinya pada musim 2011-12.[27]
Serba-serbi
Lambang dan kostum
Lambang Real Madrid dari masa ke masa.

Lambang klub pertama Real Madrid adalah desain sederhana dengan sebuah jalinan dekoratif dan tiga huruf kapital yang dituliskan sebagai “MCF” yang merupakan singkatan dari Madrid Club de Futbol yang dibalut warna biru gelap dalam kostum warna putih. Perubahan pertama lambang klub terjadi pada tahun 1908, ketika mereka mengadopsi bentuk yang lebih ramping dan penempatan huruf inisial klub di dalam lingkaran.[28] Perubahan berikutnya dari logo kemudian tidak terjadi sampai Pedro Parages menjadi presiden klub pada tahun 1920. Pada saat itu, Raja Alfonso XIII memberikan nama tambahan bagi Madrid, yaitu “Real” yang diterjemahkan secara bebas sebagai “Kerajaan” yang kemudian membuat klub dikenal dengan nama “Real Madrid”.[29] Sebagai perubahannya, mahkota simbol kerajaan dari Alfonso ditambahkan ke bagian atas logo dan kemudian menjadi gaya tersendiri dari klub Real Madrid Club de Futbol.[28] Seiring pembubaran monarki pada tahun 1931, semua simbol-simbol kerajaan (mahkota di bagian atas logo dan kata-kata Real) dihilangkan. Mahkota kemudian digantikan oleh strip murbei gelap yang mencirikan Region Castile.[9] Pada tahun 1941—dua tahun setelah berakhirnya Perang Saudara Spanyol—simbol dan tulisan “Corona Real” atau “Royal Crown” yang sempat dihilangkan, dipulihkan dan dipadukan dengan garis murbei Castile.[11] Selain itu di bagian atas logo juga dibuat penuh warna, dengan warna emas yang paling signifikan, dan klub ini kembali disebut Real Madrid Club de Futbol.[28] Modifikasi terbaru di bagian atas logo terjadi pada tahun 2001 ketika klub ingin lebih menonjolan citra untuk abad ke-21 dengan menstandarkan bagian atas logonya. Salah satu modifikasi yang dilakukan adalah mengubah garis murbei biru tua dengan warna biru yang agak cerah.[28]

Warna tradisional kostum Real Madrid untuk pertandingan kandang adalah putih, meskipun awalnya mengadopsi garis miring biru di kaus mereka (desain itu disimpan di logo klub), tetapi sekarang ini desain tersebut tidak dipakai lagi. Kaus kaki pertama yang dipakai berwarna biru gelap.[8][30] Kaus bergaris biru kemudian digantikan oleh kaus polos berwarna putih yang mengadopsi model dari klub Corinthian F.C. pada tahun 1902.[31] Pada tahun yang sama, kaus kaki biru diganti dengan warna hitam. Pada awal 1940-an, manajemen tim mengganti model kostum mereka dengan menambahkan kancing pada kaus mereka dan penempatan logo klub di sebelah kiri yang bertahan sampai saat ini. Pada 23 November 1947, dalam pertandingan melawan Atletico Madrid di Stadion Metropolitan, Real Madrid menjadi tim Spanyol pertama yang mengenakan kaus bernomor.[11] Sementara, warna tradisional kostum Real Madrid untuk pertandingan tandang adalah hitam atau terkadang ungu.

Perlengkapan klub saat ini diproduksi oleh Adidas yang kontraknya dimulai sejak tahun 1998.[32][33] Kaus pertama Real Madrid disponsori oleh Zanussi, yang disepakati untuk musim 1982—1983, 1983—1984, dan 1984—1985. Setelah itu, Real Madrid disponsori oleh Parmalat dan Otaysa, sebelum kontrak jangka panjang dijalin bersama Teka pada tahun 1992.[34][35] Pada tahun 2001, Real Madrid mengakhiri kontrak mereka dengan Teka dan untuk satu musim digunakan logo Realmadrid.com untuk mempromosikan situs web resmi klub. Kemudian, pada tahun 2002, mereka megadakan kesepakatan yang ditandatangani dengan Siemens Mobile dan pada tahun 2006, logo BenQ Siemens muncul di kaus klub.[36] Sponsor di kaus klub Real Madrid saat ini adalah bwin.com menyusul masalah keuangan yang dialami BenQ Siemens.[37][38]
Periode Pemasok kostum Sponsor di kaus
1980—1982 Adidas Tidak ada
1982—1985 Zanussi
1985—1989 Hummel Parmalat
1989—1991 Reny Picot
1991—1992 Otaysa
1992—1994 Teka
1994—1998 Kelme
1998—2001 Adidas
2001—2002 Tidak ada
2002—2005 Siemens mobile
2005—2006 Siemens
2006—2007 BenQ Siemens
2007—kini bwin.com
Stadion
Stadion Santiago Bernabéu
Stadion Santiago Bernabéu
UEFA Nuvola apps mozilla.pngNuvola apps mozilla.pngNuvola apps mozilla.pngNuvola apps mozilla.pngNuvola apps mozilla.png
Informasi stadion
Nama lama Stadion Chamartín (1947—1955)
Pemilik Real Madrid
Lokasi
Lokasi Avenida de Concha Espina 1, E28036,
Madrid, Spanyol
Konstruksi
Mulai pembangunan 27 Oktober 1944
Dibuka 14 Desember 1947
Direnovasi 1982, 2001
Diperbesar 1953, 1992, 1994, 2011
Biaya pembuatan 288.342.653 Peseta
(€ 1.732.943)
Arsitek Manuel Muñoz Monasterio, Luis Alemany Soler; Antonio Lamela (perluasan)
Data teknik
Permukaan Desso GrassMaster
Kapasitas 81.254 (stadion), 4.200 (suite)
Ukuran lapangan 105 m × 68 m
Rekor kehadiran 120.000 orang
(Real Madrid–Fiorentina, 30 Mei 1957)
Pemakai
Real Madrid (1947—kini)
Spanyol (1947—kini)

Setelah pindah kandang ke Campo de O’Donnell pada tahun 1912—yang kemudian bertahan untuk sebelas tahun—[6] klub kemudian pindah kandang ke Campo de Ciudad Lineal selama setahun. Campo de Ciudad Lineal merupakan sebuah tanah kecil dengan kapasitas 8.000 penonton. Setelah itu, Real Madrid pindah kandang ke Stadion Chamartín yang diresmikan pada tanggal 17 Mei 1923 dengan pertandingan melawan Newcastle United.[39] Pada stadion yang memiliki kapasitas 22.500 penonton ini, Real Madrid merayakan gelar Liga Spanyol-nya yang pertama.[8] Setelah beberapa keberhasilan dan seiring terpilihnya Santiago Bernabéu Yeste sebagai presiden klub, ia kemudian memutuskan bahwa Stadion Chamartín tidak cukup besar untuk ambisi klub sebesar Madrid. Ia kemudian membangun sebuah stadion baru yang kemudian diresmikan pada tanggal 14 Desember 1947.[11][40] Stadion tersebut adalah Stadion Santiago Bernabéu yang dipakai sampai saat ini, meskipun stadion ini tidak memakai nama tersebut sampai tahun 1955.[12] Pertandingan pertama yang diadakan di Bernabéu dimainkan antara Real Madrid dan klub Portugal C.F. Os Belenenses, dan dimenangkan oleh Real Madrid dengan skor akhir 3–1, dan gol pertama dicetak oleh Sabino Barinaga Alberdi.[11]

Kapasitas stadion kemudian berubah pada 1953, seiring renovasi yang dilakukan, sehingga membuat kapasitas penonton memuncak menjadi 120.000 penonton.[41][42] Sejak itu beberapa modernisasi dilakukan pada stadion, salah satunya meniadakan tempat menonton berdiri pada 1998–1999 seiring peraturan UEFA.[41] Perubahan terakhir dilakukan pada tahun 2003, yaitu peningkatan sekitar lima ribu kursi sehingga kapasitas stadion menjadi 81.254. Sebuah rencana untuk menambahkan atap yang dapat dibuka juga telah diumumkan kepada publik.[43]

Stadion Bernabéu telah menyelenggarakan beberapa pertandingan kelas dunia, di antaranya Final Piala Negara Eropa 1964, Final Piala Dunia FIFA 1982, serta Final Piala Eropa/Liga Champions UEFA tahun 1957, 1969, 1980, dan 2010.[44] Stadion ini juga memiliki jaringan transportasi sendiri, yaitu sebuah stasiun metro yang juga dinamai Santiago Bernabéu.[45] Pada tanggal 14 November 2007, Stadion Bernabéu mendapatkan status sebagai Stadion Elite UEFA.[46]

Pada tanggal 9 Mei 2006, Stadion Alfredo Di Stéfano diresmikan di Madrid di mana Real Madrid kini biasa berlatih. Pertandingan perdana yang dimainkan di sana adalah antara Real Madrid dan Stade de Reims, sebuah pertandingan ulangan dari Final Piala Eropa 1956. Real Madrid memenangkan pertandingan dengan skor 6–1 dengan gol dari Sergio Ramos, Antonio Cassano (2), Roberto Soldado (2), dan José Manuel Jurado. Tempat ini sekarang merupakan bagian dari Ciudad Real Madrid, fasilitas pelatihan baru klub yang berlokasi di luar Madrid, tepatnya di Valdebebas. Stadion ini menampung 5.000 orang, dan menjadi kandang dari klub Real Madrid Castilla. Nama stadion ini diambil dari mantan bintang Real Madrid, Alfredo Di Stéfano.[47]
Pendukung

Hampir pada setiap musimnya, penonton yang datang memenuhi Stadion Santiago Bernabéu mayoritas diisi oleh para pemegang tiket langganan yang jumlah totalnya sekitar 68.670 orang.[48] Untuk menjadi pemegang tiket langganan per musim ini, para calon harus bergabung ke pendukung klub resmi atau biasa disebut socio. Saat ini sekurang-kurangnya ada 1.800 kelompok pendukung resmi klub yang tersebar, baik di Spanyol atau di Dunia. Jumlah rata-rata penonton di stadion setiap kali Real Madrid bertanding kandang sekitar 65.000 orang. Pencapaian terbaik diraih pada musim 2004—05, saat jumlah rata-rata penonton yang hadir mencapai 71.900 orang. Namun, rekor ini kalah dari Barcelona yang memiliki rata-rata mencapai 76.000 orang.[rujukan?]

Pendukung garis keras Real Madrid disebut Ultras Sur yang termasuk penggemar sayap kanan. Kelompok penggemar ini memiliki aliansi kemitraan yang dekat dengan kelompok pendukung S.S. Lazio yang disebut Irriducibili. Dalam beberapa kesempatan, sering kali terdapat sejumlah ucapan rasis dari kelompok pendukung ini kepada pihak pemain dari tim lawan yang kemudian membuat UEFA sempat melakukan investigasi untuk menyelidiki kasus ini.[49][50]
Rivalitas
El Clásico
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: El Clásico
El Clásico yang terjadi pada musim 2008—2009.

Dalam sebuah liga nasional di suatu negara, sering terdapat persaingan sengit antara dua tim terkuat, dan ini terutama terjadi di La Liga, di mana pertandingan antara Real Madrid dan Barcelona dikenal sebagai “Pertemuan Klasik” (El Clásico). Sejak awal kompetisi nasional dimulai, kedua klub sering dipandang sebagai pencerminan/wakil dari dua daerah berbeda di Spanyol: Catalunya dan Castilla, serta dari dua kota. Persaingan ini mencerminkan berbagai hal, termasuk ketegangan politik dan budaya antara Catalunya dan Castilla yang merupakan gambaran umum dari Perang Saudara Spanyol.[51]

Selama era kediktatoran Miguel Primo de Rivera dan terutama Francisco Franco (1939—1975), semua budaya regional ditekan. Semua bahasa daerah yang dipakai di wilayah Spanyol, kecuali bahasa Spanyol (Castilla), secara resmi dilarang.[52][53] Simbolisasi keinginan rakyat untuk kebebasan Catalunya membuat Barcelona menjadi “lebih dari sekadar klub sepak bola” (més que un club) untuk masyarakat Catalan. Menurut Manuel Vázquez Montalbán, cara terbaik untuk orang Catalan untuk menunjukkan identitas mereka adalah dengan bergabung dengan Barcelona. Hal ini lebih kecil risikonya daripada bergabung dengan gerakan anti-Franco, dan memungkinkan mereka untuk mengekspresikan ketidakpuasan mereka.[54]

Di sisi lain, Real Madrid secara luas dilihat sebagai perwujudan dari sentralisme berdaulat dan rezim fasis di tingkat manajemen dan di bawahnya. Santiago Bernabeu yang menjadi presiden klub merupakan seorang pejuang untuk los nacionales.[55][56] Namun, selama Perang Saudara Spanyol, anggota kedua klub seperti Josep Sunyol (Barcelona) dan Rafael Sánchez Guerra (Real Madrid) menyerah di tangan para pendukung Franco.

Selama tahun 1950, persaingan tersebut memburuk saat ada kontroversi seputar transfer Alfredo Di Stéfano, yang akhirnya bermain untuk Real Madrid dan merupakan kunci kesuksesan mereka berikutnya.[57] Pada era 1960-an, kedua klub kemudian bertemu pada Piala Champions lebih dari dua kali[58] dan pada tahun 2002, pertemuan antara klub Eropa dijuluki sebagai “Pertandingan Abad Ini” oleh media Spanyol, dan disaksikan oleh lebih dari 500 juta orang di seluruh dunia.[59]
El Derbi madrileño
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: El Derbi madrileño
Pendukung Real Madrid dalam El Derbi madrileño tahun 2006 di Stadion Santiago Bernabéu.

Klub tetangga terdekat dari Real Madrid adalah Atletico Madrid yang juga membuat persaingan ketat antara penggemar kedua tim sepak bola dari ibu kota Madrid tersebut. Meskipun Atlético awalnya didirikan oleh tiga mahasiswa Basque pada tahun 1903, mereka kemudian berhasil mendapatkan kekuatan baru pada 1904, seiring bergabungnya para mantan pemain Real Madrid. Ketegangan lebih lanjut datang karena pendukung Real Madrid lebih banyak dari kelas menengah, sementara pendukung Atletico lebih banyak dari kelas buruh dan pekerja. Kedua klub ini kemudian bertemu untuk pertama kalinya pada 21 Februari 1929 dalam pertandingan ketiga La Liga dalam musim tersebut. Pertandingan ini sekaligus juga menandai pertandingan derbi pertama antara dua tim ini. Pada pertandingan tersebut Real Madrid berhasil menang dengan skor 2–1.[8] Dalam beberapa kesempatan selanjutnya, mereka kembali bertemu dalam ajang lain, salah satunya dalam semifinal Piala Champions tahun 1959, di mana Real yang memenangkan pertandingan pertama dengan skor 2–1 di Santiago Bernabéu dan dibalas kemenangan 1–0 Atletico di Metropolitano yang membuat pertandingan harus diulang. Dalam pertandingan ulangan itulah, Real Madrid berhasil menang dengan skor 2–1. Atletico kemudian berhasil melakukan balas dendam dengan dua kali mengalahkan Real Madrid dalam Copa del Generalísimo tahun 1960 dan 1961 saat dilatih oleh mantan pelatih Real Madrid, José Villalonga Llorente. Real Madrid telah memenangkan El Derbi madrileño sebanyak 75 kali.

Antara 1961 dan 1989, ketika Real Madrid mendominasi La Liga, hanya Atletico yang mampu mencuri kesempatan juara pada saat Real lengah. Mereka berhasil memenangkan gelar La Liga pada tahun 1966, 1970, 1973, dan 1977. Pada tahun 1965, Atletico menjadi tim pertama yang mengalahkan Real di Bernabéu dalam kurun waktu delapan tahun. Catatan Real Madrid melawan Atletico pada masa sekarang sangat menguntungkan bagi kubu Real Madrid.[60] Kemenangan mengesankan dalam derbi ini terjadi pada musim 2002—03, ketika Real Madrid merebut gelar La Liga setelah menang dengan skor 0–4 atas Atletico di Stadion Vicente Calderón